LIPUTAN
GEMBALA-GEMBALA DESA
INSPIRATOR HAMBA TUHAN KOTA
Laporan: Hotben Siahaan
“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku
di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” Yohanes 17:21
Selasa - Rabu 6-7 Oktober 2009 Gereja Kristen Perjanjian Baru Sinar Pengharapan menjadi saksi lawatan Tuhan pada fellowship hamba-hamba Tuhan pedesaan yang diberi nama Persekutuan Gembala Desa (PGD) yang dirintis oleh Pdt. Richard Lumengkewas Gembala GPdI Sumedang dan kawan-kawan, dan sekarang mencapai wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah seperti: Wilayah Pantura (Pemalang, Pekalongan, Batang), Palabuhan Ratu, Sumedang, Cilacap Barat dan Cilacap Timur. Tahun lalu 60-an hamba Tuhan pedesaan hadir di tempat ini dan sekarang ada 80-an yang datang serta ditambah jemaat lokal GKPB dan undangan lainnya.
Acara “Diberkati Untuk Memberkati” diisi dengan ibadah KKR, seminar, doa syafaat, makan bersama dan aksi pengumpulan dana untuk korban gempa bumi di Padang dan Sumatera Barat. Hari pertama 6 petang kebaktian dimulai, dipimpin bapak Gideon beserta team gereja setempat. Ekspressi yang luar biasa dari hamba-hamba Tuhan dalam memuji menyembah Tuhan sungguh tak terkatakan. Semua tenggelam dalam kegirangan, bahkan kekusyukan menyembah Tuhan…. Haleluya !
Semua masuk bersatu memuji menyembah Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja, dan menyambut firman Tuhan, Yohanes 5:1-7, disampaikan Pdt. Lukas Gunawan, MA dari Bandung yang menyisipi pengalaman pribadinya yang dibebaskan Tuhan dari perangkap narkoba dan dipulihkan menjadi alat-Nya, juga Sdr Jimmy seorang pemuda yang menyaksikan campur tangan Tuhan dalam bisnis cetak digital yang digelutinya di kota Bandung
Seeminar dua pembicara memaparkan dua bidang yang berbeda. Ibu Wawah seorang pengusaha garmen memberikan trik-trik membuka usaha home industry, pertanian, peternakan dan cara membangun relasi dengan orang lain. Di sini hamba Tuhan mengajukan pertanyaan dan memberi informasi seputar pengembangan nutrisi untuk ikan tawar dalam rangka pemberdayaan jemaat dan lahan untuk peningkatan pendapatan. Sedang bapak Kris S. Suhartono dari Jakarta menyampaikan topik “Krisis Menyangkut Niat Bunuh Diri” yang akhir-akhir ini marak terjadi.
Mengakhiri sesi ini dikumpulkan persembahan untuk korban bencana di Sumatera Barat, dengan iringan lagu tentang kasih dilantunkan Kezya jemaat lokal. Peserta sungguh terharu dan tak sedikit ibu-ibu yang menitiskan air mata, mengingat banyaknya bencana yang menimpa beberapa daerah di negeri kita.
MENGAPA PELAYANAN ANAK SEPEREMPAT HATI ?
Hari kedua, seminar dibuka dengan lagu “Lingkupiku”dan lagu “Kumau Melayani Tuhan” dilantukkan sendiri oleh Hotben Siahaan dengan keyboard di tangan sekaligus mengajak peserta bernyanyi bersama. Topik pelayanan anak dilayani bapak Peter dari Bandung, dengan kalimat pembuka yang menyentak bahwa banyak gereja menjadikan pelayanan anak megap-megap alias pelayanan seperempat hati. Artinya gereja cenderung memperhatikan pelayanan ibadah raya dan mencurahkan perhatian ke sana termasuk ruang full AC, alat musik canggih, para pelayannya berpendidikan dan sangat kontras dengan pelayanan anak atau sekolah minggu yang dibuat asal jadi.
“Bayangkan ruang ibadah anak sekolah minggu hanya di teras atau garasi mobil, tanpa AC, dan diiringi gitar serta dilayani guru-guru yang masih perlu penambahan bekal mengajar. Ironisnya kalau giliran PLN padam mendadak, pemain gitar di ibadah raya buru-buru berlari mengambil gitar di sekolah minggu dan membawanya ke ruang ibadah raya, maka jadilah anak sekolah minggu kebaktian tanpa alat musik dan cukup tepuk-tepuk tangan atau ber-acapella ria.” ungkap pembicara bersemangat.
“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda” Mazmur127:4
“Paparan materi ini cukup menarik apalagi dibumbui dengan tampilan-tampilan video klip di layar lebar membuat kita sangat tersentuh, bagaimana sebenarnya mengelola pelayanan anak,” demikian komentar seorang hamba Tuhan asal Cilacap. Jeda sementara, tampillah anak-anak pelajar TK Sinar Pengharapan mengumandangkan firman Tuhan : “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105
Usai rehat, masuk sesi kedua bapak Eka dari Jakarta menyampaikan firman Tuhan dengan sangat berapi-api, “Go to the next level” Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” Ibrani 6:10. Ia bersaksi bagaimana pertama kali datang pada Kristus pada saat usia masih sangat muda. Dari keluarga non Kristen dan selalu mendapat tantangan dari orang tuanya yang percaya ajaran tradisi. Tapi saat Tuhan menjamah hatinya ia punya semangat yang berkobar-kobar melayani Tuhan. Membuka persekutuan doa Praise Centre di kota Bogor dan merintis gereja di kota Depok bersama teman-temannya. Ini menginspirasi hamba-hamba Tuhan dalam membuka ladang Tuhan di mana-mana.
Di penghujung acara kata-kata sambutan disampaikan oleh Pdt. Immanuel Hadi ketua Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Se-Kabupaten, Pdt. Richard Lumengkewas ketua Persekutuan Gembala Desa, bapak Yonatan ketua panitia penyelenggara dan doa penutup Pdt. Annies Patty gembala GKPB Sinar Pengharapan Subang, memimpin doa dengan nyanyian “Satukan kami ya Tuhan bersama dengan tali yang tak putus…….saat lagu dikumandangkan hamba-hamba Tuhan saling merangkul berdoa dan saling mengasihi. Haru dan air mata muncul bersama tatkala nyanyian ini dikumandangkan bagi Raja diatas segala raja, TUHAN YESUS KRISTUS yang Maha Mulia ! Satu dengan lainnya tak mau berpisah….tapi karena tugas di ladang telah menunggu, para gembala mesti kembali ke ladang dan membawa berkat luar biasa dari Tuhan bagi domba-domba di ladang.
Pesan dan kesan dari setiap hamba Tuhan, agar kegiatan ini bukan hanya satu kali dalam satu tahun tapi dua atau tiga kali pada tempat yang berbeda serta diisi berbagai materi seminar yang bervariasi, dan kesannya bahwa pertemuan hamba-hamba Tuhan desa ini sebagai jawaban atas doa Tuhan Yesus supaya kita satu adanya. Hamba-hamba Tuhan desa dapat menjadi inspirator bagi hamba-hamba Tuhan di desa lainnya atau kota di seluruh tanah air, Eben Haezer ! Amin. Sampai jumpa dalam PGD Event tahun 2010.
PERSEKUTUAN GEMBALA DESA
Berdiri Tahun 1997
Visi :
KESATUAN TUBUH KRISTUS
Saling Menolong
Saling Membangun
Saling Mendoakan
Anggota :
120 hamba Tuhan dari 12 organisasi gereja
Jawa Tengah : Kab. Cilacap 2 PGD yaitu Cilacap Barat dan Cilacap Timur.
Pantura yaitu Kab.Pemalang, Pekalongan dan Batang 1 PGD
Jawa Barat : Sumedang, dan Pelabuhan Ratu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar