Sabtu, 05 Maret 2011

TUGAS KITA


MENANGKANLAH
JIWA-JIWA BAGI TUHAN

“Tuhan Yesus berkata,”Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintala kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Lukas 10:2.

Saat tinggal di asrama Sekolah Alkitab Cianjur tahun1995, ayah saya berkata,”Terlalu banyak orang yang tidak mengenal Tuhan. Sejak lahir sampai kepada matinya mereka hidup tanpa takut akan Tuhan. Akhirnya neraka kekal itulah yang menjadi tempat yang pantas bagi mereka.”
Kalau kita memperhatikan situasi dunia sekarang ini, sungguh Tuhan Yesus tidak lama lagi akan datang menjemput umat-umat-Nya yang setia kepada-Nya. Akan tetapi ada pertanyaan yang sangat penting untuk kita yang sudah menikmati anugerah keselamatan dari Dia. “Sudahkah kita mengundang orang-orang yang dekat dengan kita agar mereka mau mendengar dan menerima Kabar Baik, Kabar Keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus ?”
Pada awal jumpa ini kami mau mengingatkan dan mendorong Saudara–saudara sidang pembaca supaya kita bersama-sama menyingsingkan lengan baju dan gunakan kasut lalu pergi memasuki kota-kota, membedah hutan rimba serta menyeberangi lautan luas dan memberitakan INJIL KRISTUS kepada setiap orang di kolong langit ini.
Dalam mencari jiwa, menangkap dan membawanya kepada Kristus kami dapat bagikan 2 hal penting kepada Saudara sekali pun mungkin semua hamba-hamba Tuhan melakukan cara seperti ini. Namun kami yakin Roh Kudus dapat memakai siapa saja dengan cara yang unik bagi setiap orang. Demikian juga dengan kami, sebab apa yang kami terima dari banyak hamba Tuhan berasal dari Tuhan, ya kami sampaikan juga agar kita sama-sama disegarkan dan melayani Tuhan dengan berapi-api.

Inilah langkah yang amat simple dalam penginjilan pribadi kita bagi jiwa-jiwa baru itu.
1. Doakanlah setiap jiwa-jiwa yang akan Saudara gumuli dan mintalah supaya kuasa Roh Kudus menjamah dan melembutkan hati mereka sehingga dengan sukacita mereka mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya.
“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” Roma 10: 9-10
2. Naikkanlah puji-pujian dan penyembahan bagi Tuhan. Dan tinggikanlah nama-Nya dari bumi, maka Ia akan menarik semua orang datang kepada-Nya.
… dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku. Yohanes 12:32

Inilah tugas kita, bahwa besok kita akan mendengar dan melihat ada banyak jiwa-jiwa yang datang dan dipersembahkan bagi Tuhan Yesus Kristus. Dan kita harus ingat pula bahwa semakin sulit keadaan dunia ini maka hamba Tuhan tidak boleh diam. Justru ia harus semakin gigih dan kreatif mencari strategi yang tepat dalam memberitakan Injil Kristus sesuai karunia yang Tuhan berikan padanya.
Terbitnya Majalah ASIANCROSS Journal ya karena didesak oleh keadaan rumah misi kami yang ditimpa banjir 1 September 2009, sehari sebelum gempa menggoncang Tasikmalaya. Ketika banjir melanda rumah itu, kami tak mampu menyelamatkan buku-buku yang saat itu belum disusun di atas rak buku karena kami baru pindah ke rumah itu. Tapi seminggu kemudian sepertinya tulisan-tulisan dalam kertas itu berteriak dan ingin disebarkan ke segala penjuru mata angin. Dengan semangat itu kami jemur kembali dan saat menjemur itu timbul ide untuk segera menerbitkannya dalam bentuk majalah.
Secara keuangan memang tak cukup, tapi karena dorongan Roh Kudus yang teramat kuat untuk menerbitkan majalah sebab banyak tulisan yang sangat bermanfaat untuk kami sebarkan maka jadilah Majalah ASIANCROSS Journal tampil di hadapan Saudara. Dan satu berkat yang teramat penting bahwa banjir itu tak mampu melenyapkan tulisan-tulisan berharga itu. Di mana pengalaman puluhan tahun bersama Tuhan ada tertulis di sana. Bahkan kami berkata, bahwa sebagai hamba Tuhan yang pernah di kejar-kejar dan ditampar serta dideportasi di negara asing karena Injil ada tertulis di situ, dan semua selamat meski basah kuyup.
Inilah kebaikan Tuhan bahwa Ia masih menyayangkan hidup kami berikut karya tulis yang diilhami Roh Kudus, agar segera kami terbitkan dan terus sebarkan kepada banyak jiwa-jiwa hingga bumi penuh kemuliaan Tuhan.
Akhirnya, mari kita semua giat untuk memberitakan Kabar Baik, jangan tunggu situasi baik, karena dunia tak akan bertambah baik. Keluarkanlah orang-orang yang terkurung, tampilkanlah orang-orang yang ada dalam gelap dan lihat dengan cermat siapa di rumahmu, di kantormu, di kilangmu, di sekolahmu, di kampungmu, di bisnismu yang belum mendengar Kabar Baik dari Yesus. Dan katakan, Yesuslah Juruselamat, Penebus dan Pembawa manusia masuk dalam kerajaan Bapa yang kekal. Tidak ada yang lain, manusia tidak bisa, patung tidak bisa apalagi roh-roh yang tak bermutu. Singkatnya hanya Yesus ! “Yesus menjawab.”Akulah jalan untuk mengenal Allah dan untuk mendapat hidup.”Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” Yohanes 14:6 Alkitab Bahasa Malaysia.

SENTUHAN AKHIR

Pernahkah saudara memperhatikan apa bedanya lampu petromaks dengan batre center ?
Secara sederhana kita mengetahui bahwa lampu petromaks mampu menghasilkan cahaya yang terang, sinar yang terpencar melingkar ke segala arah. Semua benda-benda dapat menerima sinar dan kita boleh nampak walau tak begitu jelas. Sedang batre center tidak mampu menerangi seluruh area di sekitarnya tetapi ia sangat mampu menyoroti satu titik terkecil secara ekstrim dan terfokus pada bahagian terkecil dari sebuah ruang atau benda.
Menjadi pakar dan sangat menguasai dalam satu bidang tertentu lebih baik dari pada mengerti banyak bidang tetapi tidak maksimal adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Thomas Alfa Edison, James Watt adalah para penemu ulung yang sejak masa kecilnya gigih melakukan percobaan dan riset. Hasilnya mereka menjadi orang-orang yang berguna bagi peradaban dunia.
Nick Vujicic, Tony Blandes, Oprah Winfrey, Rudy Hartono, David Beckham, Joel Onanis, Yngwie Malmsteen, Ebiet G Ade, Group Band Kangen bahkan Mbah Surip almarhum, adalah orang-orang yang mau bekerja keras yang ingin mengubah hidupnya sehingga berguna bagi orang lain. Mereka pantang menyerah, membuang rasa malu, fitnah, dan terus mencari bagaimana meraih sukses tanpa merugikan orang lain.

Albert Einstein”Untuk meraih kesuksesan kita butuh kekuatan bakat 10% dan kerja keras 90%.

Efesus 4:28
Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

PERSEKUTUAN GEMBALA DESA

LIPUTAN
GEMBALA-GEMBALA DESA
INSPIRATOR HAMBA TUHAN KOTA

Laporan: Hotben Siahaan

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku
di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” Yohanes 17:21

Selasa - Rabu 6-7 Oktober 2009 Gereja Kristen Perjanjian Baru Sinar Pengharapan menjadi saksi lawatan Tuhan pada fellowship hamba-hamba Tuhan pedesaan yang diberi nama Persekutuan Gembala Desa (PGD) yang dirintis oleh Pdt. Richard Lumengkewas Gembala GPdI Sumedang dan kawan-kawan, dan sekarang mencapai wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah seperti: Wilayah Pantura (Pemalang, Pekalongan, Batang), Palabuhan Ratu, Sumedang, Cilacap Barat dan Cilacap Timur. Tahun lalu 60-an hamba Tuhan pedesaan hadir di tempat ini dan sekarang ada 80-an yang datang serta ditambah jemaat lokal GKPB dan undangan lainnya.
Acara “Diberkati Untuk Memberkati” diisi dengan ibadah KKR, seminar, doa syafaat, makan bersama dan aksi pengumpulan dana untuk korban gempa bumi di Padang dan Sumatera Barat. Hari pertama 6 petang kebaktian dimulai, dipimpin bapak Gideon beserta team gereja setempat. Ekspressi yang luar biasa dari hamba-hamba Tuhan dalam memuji menyembah Tuhan sungguh tak terkatakan. Semua tenggelam dalam kegirangan, bahkan kekusyukan menyembah Tuhan…. Haleluya !
Semua masuk bersatu memuji menyembah Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja, dan menyambut firman Tuhan, Yohanes 5:1-7, disampaikan Pdt. Lukas Gunawan, MA dari Bandung yang menyisipi pengalaman pribadinya yang dibebaskan Tuhan dari perangkap narkoba dan dipulihkan menjadi alat-Nya, juga Sdr Jimmy seorang pemuda yang menyaksikan campur tangan Tuhan dalam bisnis cetak digital yang digelutinya di kota Bandung
Seeminar dua pembicara memaparkan dua bidang yang berbeda. Ibu Wawah seorang pengusaha garmen memberikan trik-trik membuka usaha home industry, pertanian, peternakan dan cara membangun relasi dengan orang lain. Di sini hamba Tuhan mengajukan pertanyaan dan memberi informasi seputar pengembangan nutrisi untuk ikan tawar dalam rangka pemberdayaan jemaat dan lahan untuk peningkatan pendapatan. Sedang bapak Kris S. Suhartono dari Jakarta menyampaikan topik “Krisis Menyangkut Niat Bunuh Diri” yang akhir-akhir ini marak terjadi.
Mengakhiri sesi ini dikumpulkan persembahan untuk korban bencana di Sumatera Barat, dengan iringan lagu tentang kasih dilantunkan Kezya jemaat lokal. Peserta sungguh terharu dan tak sedikit ibu-ibu yang menitiskan air mata, mengingat banyaknya bencana yang menimpa beberapa daerah di negeri kita.

MENGAPA PELAYANAN ANAK SEPEREMPAT HATI ?

Hari kedua, seminar dibuka dengan lagu “Lingkupiku”dan lagu “Kumau Melayani Tuhan” dilantukkan sendiri oleh Hotben Siahaan dengan keyboard di tangan sekaligus mengajak peserta bernyanyi bersama. Topik pelayanan anak dilayani bapak Peter dari Bandung, dengan kalimat pembuka yang menyentak bahwa banyak gereja menjadikan pelayanan anak megap-megap alias pelayanan seperempat hati. Artinya gereja cenderung memperhatikan pelayanan ibadah raya dan mencurahkan perhatian ke sana termasuk ruang full AC, alat musik canggih, para pelayannya berpendidikan dan sangat kontras dengan pelayanan anak atau sekolah minggu yang dibuat asal jadi.
“Bayangkan ruang ibadah anak sekolah minggu hanya di teras atau garasi mobil, tanpa AC, dan diiringi gitar serta dilayani guru-guru yang masih perlu penambahan bekal mengajar. Ironisnya kalau giliran PLN padam mendadak, pemain gitar di ibadah raya buru-buru berlari mengambil gitar di sekolah minggu dan membawanya ke ruang ibadah raya, maka jadilah anak sekolah minggu kebaktian tanpa alat musik dan cukup tepuk-tepuk tangan atau ber-acapella ria.” ungkap pembicara bersemangat.

“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda” Mazmur127:4

“Paparan materi ini cukup menarik apalagi dibumbui dengan tampilan-tampilan video klip di layar lebar membuat kita sangat tersentuh, bagaimana sebenarnya mengelola pelayanan anak,” demikian komentar seorang hamba Tuhan asal Cilacap. Jeda sementara, tampillah anak-anak pelajar TK Sinar Pengharapan mengumandangkan firman Tuhan : “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105
Usai rehat, masuk sesi kedua bapak Eka dari Jakarta menyampaikan firman Tuhan dengan sangat berapi-api, “Go to the next level” Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” Ibrani 6:10. Ia bersaksi bagaimana pertama kali datang pada Kristus pada saat usia masih sangat muda. Dari keluarga non Kristen dan selalu mendapat tantangan dari orang tuanya yang percaya ajaran tradisi. Tapi saat Tuhan menjamah hatinya ia punya semangat yang berkobar-kobar melayani Tuhan. Membuka persekutuan doa Praise Centre di kota Bogor dan merintis gereja di kota Depok bersama teman-temannya. Ini menginspirasi hamba-hamba Tuhan dalam membuka ladang Tuhan di mana-mana.
Di penghujung acara kata-kata sambutan disampaikan oleh Pdt. Immanuel Hadi ketua Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Se-Kabupaten, Pdt. Richard Lumengkewas ketua Persekutuan Gembala Desa, bapak Yonatan ketua panitia penyelenggara dan doa penutup Pdt. Annies Patty gembala GKPB Sinar Pengharapan Subang, memimpin doa dengan nyanyian “Satukan kami ya Tuhan bersama dengan tali yang tak putus…….saat lagu dikumandangkan hamba-hamba Tuhan saling merangkul berdoa dan saling mengasihi. Haru dan air mata muncul bersama tatkala nyanyian ini dikumandangkan bagi Raja diatas segala raja, TUHAN YESUS KRISTUS yang Maha Mulia ! Satu dengan lainnya tak mau berpisah….tapi karena tugas di ladang telah menunggu, para gembala mesti kembali ke ladang dan membawa berkat luar biasa dari Tuhan bagi domba-domba di ladang.
Pesan dan kesan dari setiap hamba Tuhan, agar kegiatan ini bukan hanya satu kali dalam satu tahun tapi dua atau tiga kali pada tempat yang berbeda serta diisi berbagai materi seminar yang bervariasi, dan kesannya bahwa pertemuan hamba-hamba Tuhan desa ini sebagai jawaban atas doa Tuhan Yesus supaya kita satu adanya. Hamba-hamba Tuhan desa dapat menjadi inspirator bagi hamba-hamba Tuhan di desa lainnya atau kota di seluruh tanah air, Eben Haezer ! Amin. Sampai jumpa dalam PGD Event tahun 2010.

PERSEKUTUAN GEMBALA DESA
Berdiri Tahun 1997
Visi :
KESATUAN TUBUH KRISTUS
Saling Menolong
Saling Membangun
Saling Mendoakan

Anggota :
120 hamba Tuhan dari 12 organisasi gereja
Jawa Tengah : Kab. Cilacap 2 PGD yaitu Cilacap Barat dan Cilacap Timur.
Pantura yaitu Kab.Pemalang, Pekalongan dan Batang 1 PGD
Jawa Barat : Sumedang, dan Pelabuhan Ratu

KESAKSIAN PETRUS DARI PAMANUKAN


CERMIN
Beritakan kasih Kristus lewat selembar lukisan

PAMANUKAN adalah sebuah kota kecil di jalur Pantura. Kota ini merupakan kota dagang yang menjadi andalan pemerintahan kabupaten Subang Jawa Barat. Terbukti di kota ini Anda tidak sulit menemukan bank, restoran besar, dept store, gedung pertemuan, gedung olah raga, toko-toko dalam ukuran besar nan megah bahkan ada 5 gereja besar dan sekolah Kristen yang didominasi anak-anak Tuhan dari berbagai etnis seperti : Tionghoa, Batak, Jawa, Sulawesi Utara, Flores, Ambon, Papua juga Sunda.

Saat melayani di Gereja Bethel Indonesia beberapa waktu lalu ASIANCROSS bertandang ke rumah seorang jemaat yang berprofesi sebagai seniman lukis natural. Dialah Petrus Sentosa (59) yang sejak kecil di kampung kelahirannnya Wonosobo Jateng sudah mulai lincah memainkan jari-jemarinya di atas kanvas.
Di era digital printing sekarang seni lukis merupakan profesi yang tak banyak digeluti orang. Apalagi bila dijadikan sebagai sumber penghidupan. Maka wajar, pelukis yang gemar bersaksi tentang kebaikan Tuhan ini sering mendapat tantangan dari istri dan anak-anaknya yang selalu mendesak supaya pak Petrus alih profesi lain. Tapi pak Petrus yang kadar imannya sangat teruji tak pernah banting setir sekali pun berhadapan dengan masalah keuangan yang teramat rumit. Prinsipnya bahwa melukis bukan untuk mencari sesuap nasi, tapi sebidang pelayanan yang harus diemban untuk memberitakan kasih Kristus kepada banyak suku bangsa sama seperti para gembala atau penginjil yang melayani firman Tuhan kepada banyak orang.
Perkataannya memang teruji bahwa dalam kurun waktu 30 tahun ia telah menyelesaikan sekitar 500 lukisan dengan thema kristiani. Seperti potret Yesus, lambang Roh Kudus, gereja, domba, singa, rusa, ikan koi, flora dan fauna yang menghiasi banyak ruangan gereja, rumah pendeta, rumah-rumah jenderal, dokter, orang kaya, kaum terpelajar bahkan keluarga biasa.
Meski tak sepopuler gurunya Basuki Abdullah dan Adam Lay, ia banyak mendapat inspirasi dari Leonardo Da Vinci pelukis Perjamuan Malam Tuhan Yesus, bahwa lukisannyapun mampu berbicara kepada orang yang melihatnya bahkan bisa lebih tajam daripada khotbah seorang pendeta dari atas mimbar. Kenyataannya banyak jemaat yang teramat tertusuk hati lalu bertobat setelah melihat lukisan Yesus mengangkat domba dari jurang, karena lukisan itu digantungkan menghadap pintu masuk gereja sehingga setiap orang yang masuk ke dalam gereja pasti melihat lukisan itu.
Banyak orang diberkati dengan lukisannya. Tapi bila ingin mengejar impiannya untuk menyebarkan kasih Kristus lewat lukisan ia kerap berbenturan dengan permodalan, fasilitas dan akses marketing seperti yang dilakukan para pelukis di kota-kota besar yang telah memamerkan karya mereka bukan hanya di ruang hotel mewah, tapi juga melalui situs internet. Sedang ia sendiri hanya door to door memasuki rumah-rumah dan toko-toko di kota Jakarta atau menunggu orderan datang ke rumah..
Sebuah kisah menarik saat putri bungsunya mau masuk ke perguruan tinggi. Ia tak punya uang, tapi dengan yakin ia menggendong beberapa lukisan ke toko buku Kristen terkenal di Jakarta. Sayang ketika ia menawarkan lukisannya, pihak toko tidak mau membeli sekalipun dengan harga yang sangat murah. Kejadian itu membuatnya panik. Jangankan untuk biaya anaknya kuliah untuk ongkos pulang ke Pamanukan saja tak cukup.
Saat berdiam karena bingung…ia berdiri dan berdoa di depan toko itu dan tiba-tiba seorang bapa mendekati dan berkata, ”Apakah bapak seorang pelukis ? Dengan spontan ia jawab, ya. Lalu bapa itu menceritakan bahwa ada seorang bapa mencari pelukis untuk rumahnya, dan meminta supaya pak Petrus bersedia mengikutinya ke rumah bapa tersebut. Tanpa banyak pertimbangan pak Petrus berangkat dan berjumpa dengan pemilik rumah itu. Ketika dites, ternyata pemilik rumah itu tertarik dengan cara lukis pak Petrus. Dan saat itu pak Petrus mendapat order lukisan seharga puluhan juta rupiah dengan uang muka 2 juta rupiah. Saat menerima uang itu pak Petrus menitikkan air mata, karena Tuhan sangat sayang kepada dia dan keluarganya, sekalipun memang terlalu rumit jalan hidup ini tapi Tuhan bikin mudah asal kita tetap setia pada-Nya.
Sebuah pengalaman yang mendebarkan itu tak pernah ia lupakan, karena sebagai seniman lukis ia tak bermimpi mendapat orderan sebesar itu, apalagi bila dikaitkan dengan situasi keuangan yang sangat mendesak. Ia hanya bersandar pada kemurahan Tuhan semata dan bukan pada kilau dan halusnya goresan catnya di atas canvas.

“Sekarang anak saya sudah selesai kuliah Sarjana Teknik dari Universitas Maranatha Bandung, tentu inipun adalah berkat Tuhan bagi kami sebagai keluarga seniman lukis yang tak memiliki apa-apa.” Melalui kerja melukis ini ada banyak hikmat yang kami dapatkan dari Tuhan. Bahwa kepakaran, dan uang memang amat diperlukan dalam hidup ini termasuk para pendeta, tapi bila Tuhan sudah memilih seseorang menjadi saksi-Nya, Ia akan membuat perhitungan bukan lagi melalui skill, uang atau ruang, tapi dari sebuah kesederhanaan, ketulusan dan kegigihan yang bersandar pada pengharapan akan janji Kristus,” demikian prinsip pak Petrus yang akhir-akhir ini semakin melihat kasih Tuhan dalam rumah tangganya apalagi setelah mengikuti pelayanan Pria Sejati bersama teman-teman segerejanya.

Bila Saudara ingin memesan lukisan pak Petrus baik untuk pribadi maupun pelayanan dapat menghubungi “Sanggar Lukis Pak Petrus”, Jl. Albasiah No. 18 Kota Pamanukan Subang Jawa Barat.
Hp. 085220343997. (hot)

LANGLANG ASIA


ASIANCROSS DENGAN GITAR


Pengantar.

Punya paspor, pengetahuan umum, sejarah, geografi, sastra, mengerti hukum internasional, skill khusus, penguasaan teknologi, relasi, kepasihan berbahasa bahkan uang tidak jadi jaminan bagi seseorang mampu melanglang dunia, apalagi untuk misi memberitakan Kabar Baik ke bangsa-bangsa yang bukan tanah subur Injil. Syarat utama mesti menerima panggilan khusus persis seperti pengalaman rasul Paulus dan bukan seperti panggilan kepada Petrus dan kawan-kawan. Karena ketika Sang Guru memerintahkan murid-murid-Nya agar melakukan misi antarbangsa sampai ke ujung bumi, ternyata amanat itu dianggap sepi dan mereka cukup senang-senang saja di sekitar Yerusalem dan puas dengan bilangan jiwa-jiwa yang mengalami berbagai mukjizat itu.

Perbedaan latar belakang panggilan yang dibalut dengan ragam macam kesulitan dan konflik akan membentuk karakter setangguh burung rajawali. Hal ini pula yang membedakan siapa Petrus dan kawan-kawan dan siapa Paulus sang perintis pekabaran Injil antarbangsa. Justru karena kefakuman murid-murid yang tidak meneruskan tugas ke bangsa-bangsa di luar Israel, maka tak pelak lagi, Yusus Sang Guru harus mencabik Yerusalem dan mengijinkan Saulus sang rival yang dalam catatan bangsa Ibrani lebih unggul dibanding Petrus dan kawan-kawan. Baik kewarganegaraan, pengetahuan umum, mengenai hukum taurat bahkan hak-hak sipil ada di atas Petrus dan kawan-kawan. Dan tidak main-main, untuk masalah ini Sang Guru harus mencari penantang yang mampu menjungkirbalikkan kenyamanan para murid-murid-Nya yang menganggap diri sudah hebat sehingga lalai akan misi lanjutan.

Nah dari dua kelompok ini kita menemukan bahwa Paulus adalah seorang pria yang teramat tangguh dalam soal pekabaran Injil antarbangsa. Tanpa mengesampingkan apa yang dikerjakan Petrus dan kawan-kawan, Paulus menjadi amat penting bagi seluruh maksud Kristus, agar semua bangsa datang kepada Kristus. Dalam hal ini kita melihat bahwa Tuhan Yesus mencari orang-orang yang tepat dan berkenan di hatinya, sekalipun untuk mencapai goal yang Tuhan maksud, seseorang harus mengalami penderitaan yang tiada kunjung henti, sampai Berita Baik tersebar sampai ke seluruh bumi. Karena itu apa yang dituliskan Paulus
sebagai laporan-laporan yang ia sebarkan sungguh-sungguh mendebarkan hati jemaat-jemaat. Karena untaian kata-kata Paulus lebih lembut dari kata-kata seorang ibu yang bijaksana bahkan lebih menggigit dibanding gigitan ular beludak pulau Malta.

ASIANCROSS BAWA KABAR BAIK KE NEGERI SEBERANG KARENA DIDEPORTASI

Tahun 1997 sayabergabung dalam sebuah team pelayanan misi dari sebuah gereja besar dan sangat kaya di bilanghan Jakarta Kota,
ukan Pada penghujung bulan April 2006, saya melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur Malaysia lintas darat menuju Thailand. Tujuan utama adalah untuk memperpanjang visa di kantor imigrasi di pintu gerbang perbatasan Malaysia dengan Thailand tepatnya di gate way Bukit Kayu Hitam dan Changloon.

Sudah hampir sebulan saya melakukan tugas melayani, mengajar dan membuat suatu program khusus bersama anak-anak TKI dan anak-anak pribumi Malaysia dari keturunan suku Kadazan Dusun asal Sabah Malaysia Timur dan orang Tamil India.

Proyek itu adalah suatu pekerjaan yang dibarengi dengan kekuatan visi dan misi yang jelas. Sebagaimana pekerjaan yang kami lakukan di Indonesia sejak gereja kami di kota Rengasdengklok Karawang Jawa Barat ditutup, dan Tuhan memberi visi untuk menjangkau orang-orang Melayu mulai dari peisisir Sumatera Utara, Riau, Batam, Bintan, Bangka, Kalimantan dan akhirnya 6 negara di Asia Tenggara seperti Timor Leste, Singapore, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Dalam mencapai visi dan misi, Tuhan memberikan kepada kami agar melakukan strategi yang amat mudah dan amat disenangi semua orang yaitu musik ! Dan untuk merealisasikan pekerjaan itu pertama kali kami harus membuat penelitian dan mensosialisasikannya dalam berbagai event di Indonesia dan negara-negara tetangga yang berbahasa Melayu. Dan hasilnya cukup menggembirakan, hampir semua hamba Tuhan pelaku pekerjaan misi menyambut dengan baik.

Dan setelah melihat respon yang amat baik, kami mencoba membuat suatu proyek rekaman yang kami sebut Malay Ethnic Voice yang bertujuan menyampaikan visi misi kepada kalangan tertentu supaya mulai banyak orang yang mengetahui dan mendukung pekerjaan ini.

Puji Tuhan, di dalam melakukan pekerjaan misi antarbangsa ini banyak hal yang manis kami alami dan sekaligus juga hal yang pahit, termasuk di dalamnya ketika di deportasi di Johor Malaysia, di tahan di pelabuhan Muara Brunei Darussalam serta yang amat membawa kenangan manis ketika dideportasi di daerah perbatasan Malaysia dengan Thailand tepatnya di pintu gerbang Bukit Kayu Hitam- Changloon.

Hanya oleh kemurahan Tuhan, walau saya dideportasi di Changloon Thailand, ternyata Allah tidak membiarkanku menderita. Ia justru memberi kekuatan, ketegaran dan ketabahan bagaimana saya tetap bertahan dan sekali-kali tidak boleh pulang ke Indonesia sekalipun sudah hampir kehabisan uang.

Yang amat menakjubkan bahwa sesungguhnya ketika tiba di negeri gajah putih ini, saya tidak membawa uang lebih selain persediaan pulang ke Kuala Lumpur saja, walau memang ada uang yang saya tinggalkan pada seorang rekan yang menjadi koordinator events sekaligus penolong saya yang setia, pak John Litchumanan yang sekarang sudah menjadi gembala sidang di Cheras Kuala Lumpur.

Dan patut saya syukuri bahwa kendala hukum antarbangsa sebagai pekabar Injil di negara asing menjadi kenangan manis bagi saya, di mana saya melihat bahwa justru ketika tenaga hampir habis, keuangan juga mulai menipis sehingga untuk pulang ke Jakarta karena tidak boleh masuk Malaysia maka solusi terakhir menyerah total kepada tangan kasih Tuhan sebagaimana Ia menyertai rasul Paulus ketika menginjil di Korintus itupun menjadi bahagian terindah sebagai seorang pemberita Injil kasih karunia Allah.

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan,: Jangan takut ! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam ! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umatKu di kota ini." KPR 18: 9-10.


Sungguh tidak main-main, Tuhan yang telah menolong Paulus, Ia juga yang menolong saya, sehingga setiap orang-orang yang saya jumpai selalu menyambut saya dengan baik walaupun mereka anak-anak muda muslim keturunan Siam mereka menjadi sahabat saya selama masa kesusahan itu. Bahkan yang lebih serunya lagi, anak-anak Siam ini selalu bermain gitar di sela-sela kesibukan mereka berdagang nasi di sepanjang jalan raya, dan kesempatan itu aku melakukan pamer skill musikku, bernyanyi Haleluya dan mengajari mereka bagaimana memainkan gitar dengan baik.

Keakrabanku dengan anak-anak Melayu Muslim Siam itu semakin kental, sehingga aku tak lagi mengkawtirkan statusku sebagai orang yang dideportasi. Dan yang kudapat pada ketika itu, adalah ternyata saya ada di tengah-tengah suku bangsa yang tidak satu haluan dengan saya bahkan yang pada krtika sedang terjadi huru-hara di beberapa kota di Thailand Selatan, akan tetapi anak-anak Siam itu menjamin keselamatanku, Haleluya !

Tiga hari di wilayah perbatasan ini, aku mulai bertanya, di manakah orang kristen atau gereja tempat sembahyang pengikut Yesus ? Mereka menjawab: Tidak ada. Di sini tempatnya orang muslim dan buddhist, kalau mau jumpa orang Kristen pergilah ke Bangkok yang kalau ditelusuri bisa menghabiskan masa perjalanan darat sekitar 24 jam lagi.

Memang seorang pekabar Injil tidak menyerah, sekalipun orang-orang muda itu menjawab sedemikian, aku tidak yakin sepenuhnya. Dengan baik-baik saya berpisah dengan mereka terutama kepada Sulaiman yang selalu menemani saya bermain gitar, aku sangat berterimakasih, dia seorang musilim yang baik, orang Melayu yang baik hati yang senantiasa memberi banyak informasi tentang banyak hal yang sangat penting bagi tugas saya.

Dengan sedikit sedih aku terus berjalan, naik tuk-tuk dan menyusuri kota-kota. Dan di sebuah persimpangan kota bernama Sadao City. di sini Roh Kudus menyuruhku turun dan berjalan menurut petunjukNya, karena terus terang di sini orang tak lagi fasih berbahasa Melayu bahkan Inggris. Mereka hanya menggunakan bahasa Siam, bahasa nasional mereka.

Oleh petunjuk Tuhan akhirnya aku dapat menjumpai satu gereja yang menurut pastornya hanya ada 2 gereja di provinsi Songkhla ini. Dan di sini saya mendapat sambutan baik dan dapat melayani mengajar jemaat-jemaat yang ada di Sadao bahkan di kota Padang Bezar.

Keluarga hamba Tuhan dan penatuanya sangat ramah, dan senang bercaka-cakap dengan saya. Malahan seorang jemaat yang bekerja sebagai supir tuk-tuk mengajak saya ikut terus di atas mobilnya dan saya ajak dia berdoa keliling sambil membagikan traktat di atas mobil itu bahkan di tempat-tempat perbelanjaan.

Tidak ada kendala yang amat menyulitkan jika kubandingkan dengan di Indonesia. Tapi yang jadi masalah di Indonesia kita sering mengalami aniya dan gereja semakin bertumbuh, sementara di Thailand kekurangan tenaga pelayan dan hampir tidak ada larangan.

Melihat kondisi inilah aku menangisi kota ini dan seluruh Thailand yang menurut catatan internasional sebagai pusat berhala terbesar di dunia dan pusat kebebasan penjualan obat-obat terlarang yang sulit diberantas, sehingga untuk Bangkok saja ada pula yang menyebutnya sebagai pusat kota dosa di Asia !

Informasi-informasi dan situasi yang ada membuat saya bertekuk lutut di kaki Tuhan dan senantiasa berdoa dari kamar ruang sekolah minggu gereja itu. Saya merindukan Thailand bukan lagi sebagai pusat berhala dunia atau Asia, tetapi menjadi pusat menyembah kepada Allah yang hidup di dalam Kristus Yesus, di mana semua bangsa dapat melihat perubahan besar-besaran di Thailand, termasuk pula melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam masa-masa terakhir ini, akan banyak orang Thailand yang datang kepada Kristus. Dalam hal peranan orang kristen Indonesia, Singapore, Malaysia dan Pilipina amat diharapkan, seperti kerinduan pastor Krist Stada di kota Sadao.

Dari kisah petualanagn di tanah Siam ini, tepatnya di penghujung tahun yaitu hari Rabu 31 Desember 2008 pukul 10 hinnga pukul 15 uhan mencengkram pikiranku untuk kelanjutan tugas misi di Thailand. Dan bertepatan dengan berakhirnya tahun 2008, dan memasuki tahun 2009 Tuhan memberi pencerahan visi misi ini untuk menreuskan lebih serius lagi melalui pelayanan media yaitu dengan mendirikan pelayanan studio rekaman CHANGLOON MOBILE TRACK STUDIO yang mengambil tugas memproduksi berita penginjilan dan lagu lagu rohani khusus bahasa Melayu yang diharapkan mampu memotivasi gerakan misi Asia khususnya Melayu di tahun 2009 dan seterusnya.

Inilah catatan akhir tahun, bahwa Tuhan telah memberikan tugas yang spesifik melalui pelayanan studiuo CHANGLOON banyak jiwa-jiwa diberkati, AMIN


Perkataan Ibu Hony seorang ibu yang selalu mendukung pelayanan kami dari Lampung melalui SMS natal menyebut:

Tahun 2009 ada tuaian besar
bagi yang menabur di tahun 2008

Selamat tinggal tahun 2008 selamat datang tahun 2009.
TAHUN MISI ASIA TENGGARA

KESAKSIAN FIELIANA TESALONIKA


KESAKSIAN


SEMBUH DARI KANKER
CABANG PERNAFASAN
Cing Lik Cu Chi Miau Te Ie Che

Suatu hari di bulan Agustus 1987, secara tiba-tiba saya sesak nafas dan tersiksa rasanya. Dengan segera kami meninggalkan Natar Lampung menuju Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan apa penyakit saya. Kemudian kami ke dokter yang lain, dan dengan peralatan cityscane dinyatakan positif saya mengidap kanker di cabang pernafasan dengan kondisi berbahaya.

Berangkat Ke Jepang

Karena dokter di Jakarta sudah angkat tangan maka suami saya membawa saya ke rumah sakit kanker di Jepang. Tapi heran dokter di Jepang tidak sanggup, malahan menyuruh kami supaya segera pulang ke Indonesia. Dua bulan di rumah sakit di Indonesia keadaan saya tambah parah. Badan saya kurus sekali, bahkan suara saya sangat kecil percis seperti suara anak kucing. Melihat kondisi seperti itu suami saya merencanakan supaya kami ke Jepang lagi. Tetapi sebelum berangkat seorang hamba Tuhan berdoa dan bernubuat, katanya : “ Tenanglah ibu, besok berangkat saja. Sebelum sampai di Jepang penyakit kanker ibu sudah disembuhkan Tuhan !
Benar, apa yang disampaikan bapak pendeta Yakub Saragih sungguh benar ! Puji Tuhan, Yesus ajaib, saya sembuh ! Dan hari itu saya sembuh secara mukjizat Tuhan, sehingga banyak dokter yang heran dengan kesembuhan ajaib itu, Haleluya !

Yesus Penyembuhku

Karena Tuhan telah menyembuhkanku secara ajaib dan sampai sekarang sudah berjalan 24 tahun Tuhan memelihara hidup saya, kini saya bersaksi ke mana saja Tuhan utus, baik di Indonesia bahkan di komunitas orang asli yang ada di Malaysia hingga ke mancanegara. Saya menyaksikan kebaikan Tuhan yang luarbiasa, melalui kata-kata iman bahkan puji-pujian “Yesus Penyembuhku” yang di karang pak Hotben Siahaan secara khusus untuk VCD kesaksian saya.

Saudara, bila engkau menghadapi persoalan, sakit penyakit dan apa saja, datanglah kepada Yesus, percayalah Dia sanggup menolong hidupmu, seperti firman-Nya berkata:
“Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi
kelegaan kepadamu…(Matius 11:28)./hot


NB :
Bila Saudara memerlukan VCD Kesaksian Ibu Fieliana Tesalonika dapat menghubungi redaksi ASIANCROSS Journal. Tuhan Yesus memberkati.